Sabtu, 01 Desember 2012

Surat Cinta Bohongan




Hari ini merupakan akhir dari masa liburan panjang setelah lulus dari sekolah dasar. Seperti biasa, pagi itu Anggito telah mempersiapkan diri untuk berangkat ke sekolah, yang tentunya sekolah yang jenjangnya berbeda yaitu sekolah menengah pertama. Di sekolah barunya, ia bertemu dengan teman-teman baru. Ia juga bertemu dengan teman-teman sekolah dasarnya. Salah satu temannya yang paling dekat adalah Hidayat. Mereka sudah saling kenal sejak sekolah dasar. Kebetulan pula mereka masuk kelas yang sama, sehingga mereka pun duduk sebangku.Pada saat pertama kali masuk sekolah menengah pertama, para siswa baru wajib mengikuti kegiatan masa orientasi siswa (MOS). Kegiatan ini wajib diikuti oleh seluruh siswa-siswi baru di sekolah menengah pertama, yang dibina langsung oleh kakak-kakak OSIS. Tujuannya tiada lain untuk memperkenalkan para siswa baru tersebut dengan lingkungan sekolahnya.Kegiatan MOS diselenggarakan selama 3 hari. Setiap harinya, Anggito dan peserta MOS lainnya di perintah untuk melakukan hal-hal yang aneh, seperti meminta tanda tangan kak OSIS dengan cara bernyanyi, berjoget, bahkan berpura-pura menyatakan cinta. Tidak hanya itu, para siswa juga diperintah untuk membawa makanan dengan nama yang dibuat aneh, agar mereka bingung menebak makanannya.Pada hari pertama, Anggito dapat menebak hal-hal aneh yang diperintahkan oleh kakak-kakak OSIS. Sama halnya dengan hari kedua, seperti tidak ada tantangan yang berarti. Tetapi, pada tantangan untuk hari ketiga, Anggito pun mulai kebingungan. Bahkan, ketika kakak-kakak OSIS memerintahkan seluruh peserta MOS membuat surat cinta kepada salah satu dari mereka.Mungkin tidak terlalu berat, tetapi hal tersebutlah yang akhirnya membuat Anggito kebingungan. Ditambah lagi, ia belum pernah membuat surat cinta sebelumnya. Jika ia pun akhirnya membuat surat tersebut, pasti akan malu bila dibaca oleh kakak-kakaknya yang sangat jahil.Sesampainya di rumah, Anggito terus memikirkan hal tersebut. Ia tidak yakin akan membuat surat cinta untuk salah satu kakak OSIS. Tetapi, jika Anggito tidak menyerahkannya esok pasti kena hukuman yang berat. Sampai malam harinya, Anggito terus memikirkan hal itu.Akhirnya muncul sebuah ide untuk mengatasi masalah ini. Saat semuanya sudah tidur, ia mulai melancarkan ide cemerlangnya. Ia memasukkan daftar belanja Ibunya ke dalam sebuah amplop. Amplop tersebut benar-benar bersih tidak diberi nama sekalipun.Keesokan harinya, kakak OSIS menagih surat cinta tersebut. Tentu saja Anggito sudah tidak bingung lagi. Dengan percaya diri, ia pun mengumpulkan suratnya ke kakak OSIS. Keberuntungan sepertinya berpihak kepada Anggito. Ia tidak ketahuan sama sekali.Hmmmm.... mungkin kali ini ia berhasil, tetapi ia tidak akan pernah mengulanginya kembali.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar